IAPS Fuel Monitoring System
2025
Tech Stack
Tentang Project Ini
IAPS Fuel Monitoring System adalah solusi digital terintegrasi untuk manajemen armada laut. Sistem ini berbicara untuk mengedalikan efisiensi operasional kapal dengan penggunaan mesin, penggunaan bahan bakar, serta posisi geografis secara akurat. Dengan data yang dikumpulkan dan berbagai sensor yang dipasang, pemilik kapal dapat menganalisis real-time pemboran bahan bakar, memantau kesehatan mesin, dan memaksimalkan stabilitas kapal (muatan) dan efisiensi operasional.
Di industri maritim, efisiensi bahan bakar dan monitoring kondisi kapal sangat krusial untuk mengoptimalkan biaya operasional dan menjaga keselamatan. Sistem ini dikembangkan untuk memberikan solusi komprehensif dalam pemantauan real-time terhadap konsumsi bahan bakar, performa mesin, navigasi kapal, serta analisis efisiensi. Dengan integrasi sensor dan dashboard interaktif, manajemen dapat mengidentifikasi pola konsumsi, mendeteksi anomali, dan mengoptimalkan rute pelayaran untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi operasional.
Fitur-Fitur Utama
Sistem ini dibagi menjadi beberapa modul utama:
- Real-Time Dashboard (Vessel Health): Vessel Speed Monitor (Menampilkan kecepatan kapal saat ini dalam satuan knots dengan indikator yang jelas), Engine Performance (Pemantauan suhu mesin (°C) dan putaran mesin (RPM) secara real-time untuk memastikan performa optimal), Ship Inclination Monitor (Visualisasi kemiringan kapal (Pitch & Roll) untuk memastikan stabilitas kapal, aman dari kecemerlangan), Fuel Tank Monitoring (Bar indikator untuk memantau sisa volume bahan bakar di tangki dalam hitungan fuel tank pada kapal dengan estimasi jarak tempuh (Range) dan days tahan waktu (Endurance)).
- Device & Sensor Management: Sensor Status Checking (Menampilkan status kondisi dari berbagai jenis perangkat seperti Online, Offline, Warning, Maintenance), Categorized Sensors (Pengelompokkan sensor menjadi tipe bawaan seperti Engine Sensors (RPM, Suhu, Tekanan Oil, Fuel Sensors (Level Tangki, aliran bahan bakar), Nav Sensors (GPS, Geoleads)), Digital Twin Sensors (Menggunakan informasi kualitas sinyal dan status days (AC atau Batera) untuk setiap sensor).
- Efficiency & Energy Dashboard: Consumption Trends (Grafik historis konsumsi bahan bakar per tanggal), Fuel Efficiency Analysis (Menghitung rata-rata konsumsi (L/h) dan efisiensi bahan bakar terhadap jarak tempuh (L/nm)), Correlation Charts (Grafik yang menghubungkan antara kecepatan kapal, tenaga mesin, dan konsumsi bahan bakar untuk memudahkan unit efisiensi operasional), Vessel Inclination Stats (Sebaran data pitch dan roll dalam histogram scatter plot untuk analisa stabillitas jangka panjang).
- Navigasi & Peta Interaktif: Jakarta Bay Navigation Map (Peta interaktif menggunakan Leaflet untuk melacak posisi kapal), Map Display Customization (Pilihan gaya peta seperti Standard, Satellite, Terrain serta tile layer tambahan seperti OSM, Esri, ArcGIS, MapBox, dan pendukuhan), Fleet Tracking (Monitoring lokasi dan perjalanan armada seperti Vessel Alpha, Vessel Bravo, dst.) beserta kecepatan dan kecepatan nya saat ini.
Rekomendasi Tech Stack
Berdasarkan kompleksitas data real-time dan visualisasi geografisnya, berikut adalah perkiraan tech stack yang digunakan:
- Frontend: React.js dengan Tailwind CSS (untuk UI yang responsif dan modern).
- Mapping Library: Leaflet atau Mapbox untuk integrasi peta interaktif dan kendali tile layers yang terkompatibel dengan layer berbeda (OSM, OpenSeaMap, OpenTopoMap, dan OpenRadarMap).
- Mapping Engine: Integrasi data latitude atau gcode apuan bawal petani dengan OpenSeaMap atau layer openradioMap).
- Real-time Protocol: MQTT atau WebSockets (untuk memx untuk mengambil data sensor secara berkarlara).
- Backend: Node.js (Express) atau Go (untuk permintaan data sensor secara konkulasif).
- Database: InfluxDB atau TimescaleDB (untuk penyimpanan data time-series dari sensor) dan PostgreSQL (untuk data sistem transaksi dan metadata).
- Hardware Integration: Modbus RTU/TCP atau NMEA 2000 (protokol untuk komunikasi perangkat kapal).